Lombok Utara, — Usia 58 tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk sebuah Desa. Diusia yang jika diibaratkan manusia sudah memasuki masa lansia ini, Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU), justru menunjukkan energi muda yang meledak-ledak lewat sebuah gebrakan nyata, menyelamatkan masa depan generasi mereka dari ancaman stunting.
Momen krusial ini mencuat dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Desa Akar-Akar yang digelar khidmat di halaman Kantor Desa, Rabu (17/06/2026) pagi. Mengusung tema “Langkah Pasti Membangun Desa”, acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati KLU Kusmalahadi Syamsuri, ST., MT., jajaran DPRD KLU, Kasat Binmas Polres Lotara AKP Agus Sugianto, SH., serta tokoh masyarakat setempat.
Ada momen menarik saat Kepala Desa Akar-Akar, Budi Priyo Santoso, S.Pd., naik ke podium. Dengan suara bergetar penuh rasa syukur, ia membuka sambutannya dengan sebuah refleksi yang menyentuh hati ratusan warga yang hadir.
“Umur Desa Akar-Akar yang menginjak 58 tahun ini sudah melebihi umur saya sendiri sebagai Kepala Desa saat ini. Sejak berdiri hingga detik ini, kita telah melihat banyak perubahan,”ungkap Budi Priyo.
Namun, yang paling membuat suasana riuh, yakni saat Budi memaparkan data kesehatan anak-anak di desanya. Bukan sekadar angka, ini sebagai bukti kerja keras kolaborasi lintas sektor yang berhasil menjinakkan salah satu masalah terbesar bangsa.
“Ditahun 2024 dan 2025, angka stunting di Desa kami sempat menyentuh angka yang mengkhawatirkan, yaitu 49 anak. Tapi hari ini, ditahun 2026, saya bangga melaporkan angka itu merosot tajam menjadi 19 anak saja!,”tegas Budi disambut tepuk tangan gemuruh dari para undangan.
Tak hanya itu, Pemdes Akar-Akar juga membuktikan kepedulian sosialnya dengan menggratiskan seluruh biaya operasional ambulans Desa demi menjamin akses kesehatan warga pedalaman secara cepat.
Meski sukses besar disektor kesehatan dan sosial, Budi Priyo tidak ingin menutup mata dari realita infrastruktur. Di hadapan Wakil Bupati, ia langsung “menitipkan” jeritan hati warga dari dua dusun terujung yang selama ini merindukan jalan mulus.
“Kami memiliki dua ruas jalan vital yang sangat perlu sentuhan aspal, yaitu jalur ke Dusun Otak Lendang dan jalur di Dusun Batu Keruk. Harapan kami, di usia yang ke-58 ini, sinergi pemerintah daerah bisa mewujudkan impian warga kami,” pintanya secara terbuka.
Mendengar todongan aspirasi yang tak terduga namun realistis itu, Wakil Bupati KLU, Kusmalahadi Syamsuri, memberikan jawaban yang jujur dan berkelas. Ia tidak memberi janji manis, melainkan memaparkan kondisi dapur anggaran daerah yang sebenarnya.
“Berkaitan dengan anggaran daerah, nominalnya saja yang kelihatan besar di atas kertas, namun regulasi dan aturannya sangat rumit. Banyak anggaran di daerah yang harus dipotong,” ungkap Wabup Kusmalahadi secara blak-blakan.
Oleh karena itu, Kusmalahadi menantang Pemdes Akar-Akar untuk tidak goyah dan mulai mandiri dengan melirik potensi lokal yang belum tergarap optimal.
“Diusia 58 tahun, desa ini sudah matang. Ke depan, kita dorong Akar-Akar menjadi Desa Mandiri. Namun terlepas dari itu semua, selama saya menjabat, kami berkomitmen untuk melengkapi infrastruktur di Kecamatan Bayan ini secara bertahap,” janji Wabup, yang langsung disambut senyum lega para tokoh masyarakat.
Suasana haru kembali menyeruak saat acara memasuki sesi pemberian cindera mata. Wakil Bupati bersama jajaran Forkopimda memberikan penghargaan khusus kepada para mantan Kepala Desa terdahulu yang hadir. Langkah ini menjadi simbol penghormatan tinggi bahwa kemajuan Akar-Akar hari ini adalah estafet perjuangan para pendahulu.
Acara yang dibuka dengan alunan musik kasidah yang syahdu dari Group Mamacan ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Zulkarnaen. Berdasarkan pantauan dari personel Polsek Bayan yang mengawal ketat jalannya acara, seluruh rangkaian perayaan HUT ke-58 ini berlangsung dengan sangat aman, tertib, dan kondusif.
Bagi warga Akar-Akar, perayaan












