Berita  

Wamendagri Buka Gerakan Bersih Pantai dan Gerakan Pangan Murah

Gerakan Bersih Pantai dan Gerakan Pangan Murah Lombok Barat

LOMBOK BARAT — Kawasan wisata Pantai Senggigi menjadi pusat perhatian dengan diselenggarakannya aksi sosial dan ekonomi terintegrasi. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat menggelar aksi nyata berupa Gerakan Bersih Pantai yang dirangkaikan langsung dengan Gerakan Pangan Murah (GPM). Kegiatan yang berpusat di Pasar Seni Senggigi, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto.

Sejak pagi hari, ratusan peserta yang terdiri dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Daerah Lombok Barat, instansi terkait, hingga Praja IPDN Nusa Tenggara Barat telah memadati area Pasar Seni Senggigi. Kehadiran mereka menegaskan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat di wilayah lingkar wisata.

Sinergi Lintas Sektor Demi Kelestarian Kawasan Wisata

Kegiatan diawali pada pukul 07.00 WITA dengan pelaksanaan apel persiapan di areal Pasar Seni Senggigi. Dalam agenda penting ini, hadir mendampingi Wakil Menteri Dalam Negeri di antaranya Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Damayanti Putri, S.E., M.I.P., Sekda Provinsi NTB Abul Chair, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafudin Jarot, M.P., Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha, serta Sekda Lombok Barat H. Ahmad Saikhu.

Dari jajaran aparat keamanan dan penegak hukum, tampak hadir Wakapolres Lombok Barat Kompol Kadek Metria, S.Sos, S.H, M.H., Camat Batulayar H. Muhammad Subayin, SE., Kasat Pol PP Lombok Barat I Ketut Rauh, S.STP., M.Si., para Pejabat Utama (PJU) Polres Lombok Barat, serta personel gabungan dari Polsek Batulayar dan Sat Pol PP Lombok Barat.

Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Batulayar, AKP I Putu Krisna Varananda, S.T.K., S.I.K., memberikan keterangannya mengenai pengamanan dan jalannya agenda besar ini.

“Kami dari jajaran kepolisian memastikan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari apel bersama, aksi bersih pantai, hingga pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang dihadiri oleh Bapak Wakil Menteri Dalam Negeri, dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk dukungan penuh Polri terhadap program-program strategis pemerintah yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan,” ujar AKP I Putu Krisna Varananda.

Kurangi Sampah Plastik dan Jaga Ekosistem Laut

Saat memimpin apel, pimpinan menekankan pentingnya peran aktif dari seluruh elemen pimpinan daerah untuk menjadi teladan bagi jajarannya serta masyarakat luas dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Langkah ini krusial dilakukan karena wilayah Batulayar, khususnya Senggigi, merupakan destinasi wisata utama yang menjadi wajah pariwisata Nusa Tenggara Barat di mata dunia.

Gerakan bersih-bersih ini difokuskan untuk meminimalisasi volume sampah plastik yang dapat mencemari ekosistem laut dan merusak estetika pantai. Selepas pelaksanaan apel, Wamendagri Bima Arya bersama seluruh pejabat dan peserta langsung turun ke pesisir pantai Senggigi untuk mengumpulkan sampah organik maupun non-organik yang berserakan. Melalui aksi konkret ini, diharapkan kesadaran masyarakat dan pelaku wisata dapat meningkat demi keberlanjutan sektor pariwisata daerah.

Gerakan Pangan Murah Upaya Konkret Tekan Inflasi Daerah

Tidak hanya fokus pada sektor lingkungan, agenda kerja ini juga menyasar stabilitas ekonomi masyarakat melalui peresmian Gerakan Pangan Murah (GPM). Prosesi pembukaan ditandai dengan pemotongan pita secara seremonial oleh Wamendagri Bima Arya Sugiarto yang didampingi langsung oleh Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini.

Setelah pemotongan pita, rombongan langsung meninjau sejumlah stan pangan murah yang disediakan oleh pihak panitia dari Pemda Lombok Barat. Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada harga pasar, seperti beras, minyak goreng, telur, mie instan, hingga sayur-mayur segar hasil bumi lokal.

Program ini menjadi representasi kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat guna mengendalikan laju inflasi daerah dan menjaga ketahanan pangan keluarga. GPM didesain bukan sekadar sebagai solusi instan atau jangka pendek, melainkan bagian dari intervensi strategis jangka panjang pemerintah dalam melindungi masyarakat dari fluktuasi harga pangan yang tidak menentu, sekaligus meringankan beban pengeluaran rumah tangga.

Seluruh rangkaian kegiatan strategis ini berlangsung dengan kondusif dan penuh antusiasme dari warga sekitar. Agenda berskala nasional tersebut berakhir pada pukul 08.40 WITA dengan situasi yang terpantau aman, tertib, dan lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *