Berita  

Polsek Sekotong Gencarkan Patroli Malam di Lokasi Rawan 3C

Jaga Kamtibmas, Polsek Sekotong Sambangi Kandang Ternak Dini Hari

Sekotong, Lombok Barat – Kepolisian Sektor (Polsek) Sekotong terus berkomitmen menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukumnya. Sebagai langkah nyata penanggulangan tindak kriminalitas, aparat kepolisian kembali menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) berupa patroli malam hari. Langkah preventif ini difokuskan pada kawasan yang dinilai rawan guna memberikan rasa aman secara langsung kepada masyarakat setempat.

Pada Minggu dini hari, 17 Mei 2026, personel kepolisian menyisir sejumlah titik krusial di wilayah Sekotong. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 00.50 WITA tersebut menyasar salah satu pusat aktivitas peternakan warga, yakni kawasan kandang kumpul hewan ternak sapi yang berlokasi di Dusun Madak Belek, Desa Persiapan Empol, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom., menegaskan bahwa patroli ini merupakan agenda prioritas untuk menekan ruang gerak pelaku kejahatan, khususnya pada jam-jam krusial di mana masyarakat tengah beristirahat.

Pendekatan Humanis dalam Menjaga Keamanan Wilayah

Dalam pelaksanaan di lapangan, patroli dipimpin langsung oleh Ka SPK I Polsek Sekotong, Aiptu Tri Buana, bersama dengan sejumlah personel jajaran SPK I. Petugas tidak hanya sekadar melintasi wilayah tersebut, melainkan turun langsung berinteraksi dengan para pemilik hewan ternak yang sedang melakukan ronda malam. Kehadiran polisi di tengah kegelapan malam ini bertujuan untuk memastikan situasi di sekitar kandang kumpul tetap terpantau dan terhindar dari potensi ancaman kriminalitas.

“Kami hadir di tengah masyarakat pada jam-jam rawan seperti dini hari ini untuk memastikan situasi tetap kondusif. Melalui giat KRYD, kami menyambangi langsung kandang kumpul milik warga guna mengantisipasi potensi tindak kriminalitas 3C, yaitu pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta gangguan Kamtibmas lainnya,” ujar Kapolsek Sekotong, Iptu I Ketut Suriarta, SH., M.I.Kom.

Selama dialog berlangsung, personel Polsek Sekotong menyampaikan sejumlah imbauan dan pesan Kamtibmas secara tegas namun tetap humanis. Warga diingatkan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar, mengenali potensi bahaya dari orang asing yang mencurigakan, serta tanggap terhadap perubahan cuaca ekstrem yang belakangan ini kerap terjadi secara tidak menentu dan dapat memengaruhi kondisi keamanan area peternakan.

Sinergi Polisi dan Masyarakat Ciptakan Situasi Kondusif

Lebih lanjut, pihak kepolisian juga menekankan pentingnya kolaborasi aktif antara masyarakat dan aparat keamanan dalam menjaga lingkungan. Warga diminta untuk tidak lengah terhadap modus-modus pelaku kejahatan pencurian hewan ternak yang kerap memanfaatkan kelengahan penjaga pada waktu menjelang pagi. Sinergitas ini dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan sistem keamanan lingkungan yang berlapis dan efektif.

Masyarakat Dusun Madak Belek menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi yang ditunjukkan oleh personel Polsek Sekotong. Menurut warga, kehadiran polisi secara fisik pada waktu dini hari memberikan dampak psikologis yang sangat positif, berupa rasa aman dan nyaman saat mereka menjaga aset berharga mereka. Giat patroli rutin yang ditingkatkan ini berjalan dengan lancar tanpa ada kendala berarti. Hingga berakhirnya kegiatan, situasi di wilayah hukum Polsek Sekotong, khususnya di sekitar lokasi kandang kumpul hewan ternak Desa Persiapan Empol, secara umum terpantau dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *