Angka Kasus Baru Semakin Ditekan, PMK di Lombok Barat Hari ini

PMK di Lombok Barat Hari ini, Angka Kasus Baru Semakin Ditekan

Lombok Barat, NTB – Kasus Baru PMK di Lombok Barat kali ini, semakin menyusut dratis, bila membandingkannya dengan angka kesembuhan hewan ternak yang terjangkit, Selasa (2/8/2022).

Kapolres Lombok Barat AKBP Wirasto Adi Nugroho, SIK melalui Kabag Ops Kompol Dhafid Shiddiq, SH., SIK., MM menjelaskannya secara rinci.

“Bersadarkan hasil Analisa dan Evalusi Posko Operasi Aman Nusa II Rinjani Tahun 2022 Penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah Kab. Lombok Barat,” ungkapnya.

Terjadi peningkatan kasus hewan ternak yang terjangkit wabah sebanyak 99 ekor (2,06%) dari hari sebelumnya. Namun terhadap peningkatan ini juga angka kesembuhan meningkat drastis hingga 123 ekor dari hari sebelumnya.

“Sedangkan untuk hewan terjangkit yang mati dan potong paksa tidak mengalami peningkatan maupun penurunan. Sehingga dari beberapa waktu tidak ada kasus baru kematian hewan ternak akibat PMK,” imbuhnya.

PMK di Lombok Barat Hari ini, Angka Kasus Baru Semakin DitekanBerikut perkembangannya secara keseluruhan, bila membandingkannya dengan angka populasi hewan ternak di Lombok Barat, per 31 juli 2022.

Total hewan ternak terjangkit sebanyak 16.588 ekor (9,39%) (peningkatan), hewan ternak yang masih sakit sebanyak 867 ekor (0,49%) (penurunan). Kemudian hewan ternak yang sembuh sebanyak 15.700 ekor (8,89%) (peningkatan), mati sebanyak 14 ekor (0,02%) dan potong paksa sebanyak 7 ekor (0,004%).

“Dari data di atas, mengharapkan Lombok Barat segera menuju Zero PMK, sehingga tidak ada hewan ternak yang terjangkit lagi, maupun mati atau potong paksa,” harapnya.

Cara-cara pencegahan pun akan terus meningkatkannya, maupun dalam tindakan, sehingga zero PMK di Lombok Barat segera terwujud.

“Penanganan berupa pemberian vaksin serta penyemprotan desinfektan pada kandang-kandang kumpul milik warga secara menyeluruh, utk menghambat penyebaran virus,” imbuhnya.

Agar mencegah penyebaran virus, sehingga pihaknya akan tetap melaksanakan kegiatan penyekatan pada pintu-pintu masuk dan keluar hewan di Pelabuhan. Baik itu di pelabuhan Lembar maupun Gilimas, guna mencegah penyebaran wabah agar tidak semakin meluas.

Leave a Reply

Your email address will not be published.